“Siedun” Memang “Edun”

JAKARTA, KOMPAS.com — Perkembangan dunia teknologi informasi yang makin pesat kini membuat proses belajar mengajar tidak hanya dapat berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui media internet.

Berbekal pengetahuan teknologi yang didapat di bangku sekolah, serta keinginan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan, lima anak dari SMK Negeri I Cimahi, Jawa Barat, berhasil menciptakan software yang berisi konten-konten pendidikan yang bisa diakses secara mobile.

Software yang diberi nama “Siedun”, kepanjangan dari Sistem Edukasi Nasional, ini berisikan konten pendidikan mulai dari materi pelajaran, chatting dengan pengajar, hingga soal-soal ujian yang bisa dikerjakan secara online. “Siedun ini software edukasi yang ingin kita terapkan ke versi mobile maupun website. Jadi murid bisa mengakses materi pelajaran atau ujian di mana pun dia mau,” kata M Saepul, Java Developer software Siedun, kepada Kompas.com di Gelaran Inaicta 2010, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (23/7/2010).

Saepul adalah salah satu dari lima orang pengembang software Siedun. Selain Saepul, ada Kevin R Oktavian, Ade Hermawan, Yudhi Guntara, dan Darin Harly S. Kelimanya merupakan siswa tingkat empat di SMK Negeri Cimahi.

Software Siedun ini merupakan salah satu dari lima karya dari lima kontestan yang menjadi nominator kategori pelajar di Inaicta 2010. Epul, panggilan akrab Saepul, mengatakan, Siedun mampu menampung berbagai materi pelajaran sesuai kenginan guru ataupun penyelenggara pendidikan.

Menariknya, Epul dan kawan-kawan tidak hanya mengembangkan dalam bentuk website untuk desktop, tetapi juga versi mobile. “Ide awalnya karena kita ingin buat sesuatu tentang konten edukasi. Kita ingin berbagi resource materi pelajaran, tapi juga harus ada versi mobile supaya bisa diakses di mana saja,” katanya.

Epul menjelaskan, hanya butuh waktu kurang dari dua bulan untuk mewujudkan konsep software Siedun menjadi bentuk seperti sekarang. Pengetahuan dasar tentang Java yang didapat di bangku sekolah kemudian dikembangkan oleh Epul dan rekan-rekannya untuk membangun website edukasi yang lebih interaktif.

Meski masih dalam tahap pengembangan, Epul optimistis Siedun bisa dikembangkan secara maksimal menjadi lebih fungsional. “Pengembangannya nanti tinggal tergantung kepada pemakainya. Bisa diisi materi-materi yang sesuai kebutuhan murid-murid,” kata siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak ini.

Selama proses pengembangan Siedun, Epul mengaku cukup banyak belajar dari pakar-pakar software dan sistem operasi. Masukan-masukan dari guru dan teman-teman di sekolah mengarahkan Epul dan rekan-rekannya untuk merancang konsep yang lebih familiar dan easy to use.

Dalam pengembangan lanjutan, Siedun bahkan nantinya juga bisa terhubung dengan situs-situs jejaring sosial macam Facebook. “Kalau yang paling sulit itu sebenarnya di konsep. Karena gimana caranya supaya enak dibaca, supaya bisa upload secara mobile, dan enggak cuma familiar buat murid, tapi juga buat guru,” tutur remaja berkacamata ini.

Dalam ajang Inaicta 2010 ini, Epul berharap software kreasinya bisa dimanfaatkan seluas-luasnya untuk pengembangan pendidikan anak-anak Indonesia.

Menurut Epul, Siedun ini bisa dikembangkan untuk sistem nasional ataupun untuk versi internal yang dapat digunakan untuk masing-masing sekolah. “Harapannya, kami ingin supaya bisa dikembangin lebih sempurna lagi dan bisa digunakan di masyarakat secara luas. Kalau semua siswa bisa pakai Siedun kan makin banyak yang mau belajar,” ucapnya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: