Kesenjangan SMK dengan Dunia Industri

SEKOLAH :

1. Pekerjaan praktek bersifat simulasi
2. Mutu hasil pekerjaan diukur dengan angka 0 s.d 10
3. Resiko pekerjaan masih tolerable:

  • Beri angka rendah, atau
  • Mengulang

4. Toleransi terhadap pemanfaatan waktu agak longgar.
5. Kegagalan dan keterlambatan tidak selalu dihitung sebagai cost.
6. Semangat kerja siswa sangat bergantung kepada kemampuan guru memotivasi
7. Sulit membentuk etos kerja karena pengaruh iklim kerja yang pada umumnya “santai”
8. Lebih lambat mengikuti perkembangan iptek

DUNIA INDUSTRI :

1. Mengerjakan pekerjaan nyata yang berorientasi pasar.
2. Mutu hasil pekerjaan diukur dengan:· Accepted – Rejected
3. Resiko kegagalan bisa fatal:· Menimbulkan kerugian finasialperusahaan· Merusak reputasi dan pasar
4. Pemanfaatan waktu sangat ketat,melampaui batas delivery time berarti cost.
5. Kegagalan dan keterlambatandihitung sebagai kerugian
6. Iklim keja memacu setiap oranguntuk meningkatkan kualitas danproduktivitas.
7. Kondisi yang ada sangat kondusif untuk membentuk etos kerja.
8. Lebih cepat mengikuti perkembangan iptek.

  1. setuju!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: