Unified Modeling Language (UML)

UML merupakan bahasa pemodelan yang digunakan untuk menggambarkan suatu aktifitas. UML dapat digunakan untuk memodelkan proses bisnis, tahapan proses pengembangan perangkat lunak, tahapan proses dalam berbagai sistem serta untuk memodelkan semua konstruksi yang mempunyai sifat statis dan dinamis.

Sudut pandang dalam UML menunjukkan aspek yang berbeda dari sebuah sistem yang dimodelkan. Sebuah sudut pandang adalah penggambaran yang terdiri dari sejumlah diagram. Dengan menentukan sejumlah sudut pandang, dimana masing-masing menunjukkan aspek tertentu dari sistem, maka penggambaran yang lengkap dapat dibangun. Sudut pandang dalam UML ditunjukkan pada Gambar berikut :

Gambar Sudut pandang UML

Modelling adalah proses pembuatan modul untuk merancang piranti lunak sebelum melakukan pengkodean. Model yang dibuat dalam proses rekayasa piranti lunak harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut.

a. Mengidentifikasi persyaratan-persyaratan (requirements).

b. Fokus terhadap komponen-komponen sistem yang berinteraksi.

c. Membantu melihat hubungan antar komponen.

Meningkatkan komunikasi antar anggota tim dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

a. Use Case Diagram

Use-case diagram digunakan untuk menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan oleh sebuah sistem dan interaksi sistem dengan dunia luar. Diagram ini menjelaskan manfaat sistem jika dilihat menurut pandangan orang yang berada di luar sistem (actor)[15].

Gambar Contoh use case diagram untuk bisnis asuransi

Selama proses analisis, use case diagram digunakan untuk menangkap requirement sistem dan untuk memahami bagaimana sistem harus bekerja. Selama tahap desain, diagram ini menetapkan perilaku sistem saat diimplementasikan. Dalam sebuah pemodelan kemungkinan terdapat satu atau lebih use case diagram.

a. Class Diagram

Class diagram menggambarkan hubungan antar kelas dan penjelasan detail tiap-tiap kelas di dalam model desain dari suatu sistem. Kelas-kelas menggambarkan sesuatu yang ditangani dalam sistem. Hubungan antar kelas dalam bentuk asosiasi (terhubung antar kelas), dependensi (satu kelas tergantung atau menggunakan kelas lainnya), spesialisasi (satu kelas adalah sebuah spesialisasi dari kelas lainnya) atau pemaketan (tergabung menjadi suatu unit).

Sebuah class diagram menggambarkan semua hubungan bersama dengan struktur dalam dari kelas yaitu atribut dan operasi. Diagram dikatakan statis artinya bahwa struktur dideskripsikan sebagai valid dari pada semua posisi di dalam siklus kerja sistem. Contoh class diagram diperlihatkan pada Gambar berikut.

Gambar Contoh class diagram untuk transaksi keuangan[15]

Sebuah sistem umumnya memiliki sejumlah class diagram. Tidak semua kelas dapat dimasukkan pada class diagram, namun sebuah kelas dapat berpartisipasi dalam beberapa class diagram.

a. Activity Diagram

Activity diagram memodelkan berbagai alur kerja yang menunjukkan urutan aliran suatu aktifitas. Suatu aktifitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih, aktifitas menggambarkan proses yang sedang berjalan, sedangkan use case menggambarkan bagian actor menggunakan sistem untuk melakukan aktifitas.

Contoh activity diagram adalah sebagai berikut.

  1. bagus artikelnya,trims

  2. singkat, padat dan jelas. Thanx!

    • wisnu aji
    • February 24th, 2009

    maturnuwun dab

    • fitri
    • November 12th, 2010

    makasi bgt infonya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: