Web Enhance Course dan Distance Learning

Tahap awal pemanfaatan internet dalam pendidikan berbentuk model Web Enhance Course (WEC). Model ini menggunakan internet sebagai penunjang peningkatan kegiatan belajar mengajar di kelas. Jadi, peningkatan kualitas pendidikan masih sangat mengutamakan tatap muka di kelas.

Model WEC menjadikan internet sebagai penyedia sumber belajar yang dapat diakses secara online. Internet juga menjadi sarana bagi pelajar untuk meningkatkan komunikasi, baik sesama pelajar, pelajar dengan pengajar, atau pelajar dengan kelompok lain di luar institusi sekolah. Model ini meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan di ruang kelas karena terdapat pengayaan materi, baik yang berasal dari kegiatan tatap muka di kelas maupun yang ada di internet.
Apabila pihak institusi pendidikan telah mampu menerapkan model WEC, maka institusi dapat mengembangkan ke tahap selanjutnya yang disebut distance  learning. Pada model distance  learning, pengajar dan pelajar terpisah oleh ruang dan waktu. Walau demikian, diskusi masih dapat dilakukan, baik secara sinkron maupun asinkron. Seluruh kegiatan pendidikan dilakukan melalui internet sehingga kegiatan tatap muka secara fisik tidak diperlukan. Dalam distance  learning, internet bukan hanya berperan sebagai pendukung kegiatan pendidikan, melainkan juga faktor utama yang menentukan jalannya pendidikan. Bagaimana tidak? Tanpa koneksi internet maka pendidikan tidak akan dapat berjalan.
Pendidikan jarak jauh melalui internet harus tetap melibatkan empati para pengajar sehingga terjadi hubungan erat antara pengajar dan pelajar. Tanpa empati, pendidikan dalam arti sesungguhnya tidak terjadi dan yang berlangsung hanyalah proses alih informasi. Untuk itu, institusi yang menyelenggarakan distance  learning harus memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut.

1.Pusat kegiatan pelajar.
Sebagai community web distance  learning, maka harus menjadi sarana bagi pusat kegiatan pelajar, diantaranya menambah kemampuan, membaca materi pelajaran, mencari informasi, dan sebagainya. Untuk itu, institusi perlu merancang sebaik mungkin web yang disajikan sehingga dapat menampung semua kebutuhan pelajar. Institusi juga harus membuka diri kepada pelajar sehingga penjaringan ide bagi pengembangan aplikasi yang ada dapat berjalan lebih cepat.
2.Interaksi dalam kelompok.
Para pelajar harus dapat saling berinteraksi satu sama lain walaupun tidak berada pada satu tempat/ruangan yang sama. Pelajar dapat saling berdiskusi tentang materi yang diberikan oleh para pengajar. Pengajar dapat hadir dalam diskusi ini dengan memberikan ulasan awal sebelum diskusi dimulai. Oleh karena itu, institusi yang benar-benar terjun dalam pola distance learning harus pula mempersiapkan aplikasi yang dapat menjalin interaksi antara semua komponen yang terlibat dalam pengajar.
3.Sistem administrasi pelajar.
Dalam distance  learning pelajar tidak hadir secara fisik pada institusi yang ada, maka format administrasi yang perlu dibangun akan lebih komplek bila dibandingkan pola pendidikan konvensional. Perlu dikembangkan juga aplikasi yang memungkinkan pelajar untuk mengetahui statusnya (prestasi). Jumlah sistem kredit semeter (SKS) yang telah ditempuh, mata pelajaran yang akan diambil pada semester selanjutnya, cara pembayaran biaya pendidikan, dan sebagainya. Hal yang tidak boleh diabaikan adalah adanya jaminan keamanan terhadap data pribadi para pelajar. Kerahasiaan data mutlak dan tidak boleh dijual kepada pihak lain. Dengan demikian suatu institusi perlu melengkapi diri dengan aplikasi keamanan jaringan internet.
4.Evaluasi materi.
Evaluasi sangat penting dilakukan agar pelajar maupun institusi pendidikan dapat mengetahui sejauhmana efektifitas pendidikan yang dilakukan. Evaluasi ini juga membantu pelajar dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang disajikan.
5.Perpustakaan digital.
Dalam distance  learning, perpustakaan digital merupakan hal yang wajib. Tanpa adanya perpustakaan digital, maka pelajar akan mengalami kesulitan dalam mencari literatur yang dibutuhkan dalam proses pendidikan. Ketidakhadiran perpustakaan digital akan sangat menurunkan kualitas pendidikan yang ada karena pelajar tidak mampu hadir secara fisik untuk memperoleh sumber informasi pendidikan yang dimiliki oleh  institusi pendidikan tersebut. Materi yang ada dalam perpustakaan digital hendaknya tidak hanya berupa buku, tetapi juga literatur berbentuk video, audio, dan image.
6.Materi online  pendukung.
Selain perpustakaan digital yang menyajikan sumber ilmu yang dimiliki oleh institusi pendidikan, pelajar juga harus diberi link ke sumber informasi lainnya. Situs-situs pendukung yang sekiranya mampu meningkatkan pemahaman pelajar terhadap materi yang ada perlu disajikan dalam aplikasi distance  learning. Pelajar juga harus diberikan kesempatan untuk dapat mengisikan link pada  aplikasi ini, sehingga pelajar lain dapat memperoleh manfaat yang lebih progresif. Dengan keterlibatan pelajar, diharapkan tumbuh loyalitas untuk saling berbagi informasi sehingga dapat membantu pelajar lain dalam memperoleh manfaat dari distance  learning ini.

Disamping pembelajaran on-line atau sering disebut ”On-line Learning and Teaching” (OLT), juga dapat diproduksi CD. Ada tiga  kunci  dalam  pembelajaran  on-line yaitu  desain  sistem  dan pemeliharaan-nya, sistem pendukung dan komunikasi, serta evaluasi[14].
a.Desain  sistem  dan  pemeliharaan yang baik harus memenuhi  quality assurance (contohnya melalui proses ISO  9001)  dalam  proses pengembangan  software  pendidikan.    Prinsip  dasar  dalam  desain sistem  dan  pemeliharaan  meliputi  jaminan  desain  yang  baik  dan memenuhi  standar  etik  dan  legal,  reusability,  pelayanan  terpusat untuk  mengurangi  biaya  dan  menjamin  konsistensi,  serta kemudahan penggunaannya.
b.Sistem pendukung dan komunikasi meliputi innovator, mainstream, pengembangan  staf  dan  materi  pendukung,  dukungan  teknis, dan siklus penilaian.
c.Siklus  penilaian  untuk  sistem  OLT  dan  support  service  dilakukan melalui survei,  penilaian thematic, dan audit internal maupun eksternal.

Berdasarkan hasil evaluasi pada kegiatan  benchmarking  di Faculty  of  Health  Queensland University    of  Technology  (QUT) Brisbane  dan  Distance   Education Center University  of  Southern  Queensland  (USQ) Toowomba oleh Learning Resource Center Indonesia (LRC Indonesia),  ada 5 hal yang perlu diperhatikan, yaitu
a.waktu  dan  biaya  untuk  memberikan  dukungan  pada  ahli  dalam bidang  mata  ajar  melalui  OLT  lebih  rendah  dibanding  model pengembangan content,
b.sentralisasi sarana sangat penting untuk menjaga konsistensi,
c.pengendalian mutu sangat esensial,
d.komunikasi dan dukungan sangat kritikal,
e.adanya  pemberian  contoh  membantu  untuk  tercapainya  best-practices.

Kelebihan sistem OLT untuk sebuah Pendidikan Digital adalah :
1. modul pengajar tersimpan di server sehingga pelajar dapat mengakses kapan saja,
2. modul pengajar tidak hanya disajikan dalam bentuk power point saja, tetapi dapat diberikan dalam bentuk teks, HTML, ms word, pdf ataupun multimedia,
3. tipe modul ini memang diperuntukkan pengajar mengirim file pelajarannya sesuai dengan bentuk file yang disenangi,
4. pembangunan pendidikan model e-learning dibandingkan dengan pendidikan model sekolah konvensional, jauh lebih murah pembangunan pendidikan model e-learning,
5. jumlah peserta yang mengikuti pendidikan ini tidak dibatasi oleh daya tampung kelas konvensional.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: