Perbedaan Kelas PBL dengan Lingkungan Kelas Tradisional

Di dalam kelas tradisional pelajar dikondisikan untuk mendengarkan, menghafal dan belajar termasuk mengajukan pertanyaan. Menghafalkan fakta dan informasi sebenarnya bukan cara untuk belajar tetapi ini biasa dilakukan di suatu kelas tradisional. Sehingga lebih penting mengetahui bagaimana cara memproses informasi dibanding hanya mengetahui fakta yang nyata. Tabel 3.1 Perbedaan kelas PBL dengan Lingkungan Kelas Tradisional[10].

Tradisional

Kurikulum
– Mengacu pada kurikulum yang baku
– Cakupan materi yang lebar
– Menghafal materi tanpa berpikir fakta

Kelas
– Pengajaran dilakukan dengan penempatan pelajar pada tempat duduk yang rapih dan kaku dalam format baris dan kolom.
– Berupaya merangkul semua orang bersama-sama, belajar di langkah dan bobot yang sama
– Berusaha secara individu untuk mencapai target

Pengajar
– Pengajar sebagai pemberi ceramah/ narasumber dan tenaga ahli.

Pelajar
– Bergantung kepada pengajar dalam menyelesaikan intruksi

Teknologi
– Memberikan reward bagi yang menyelesaikan tugas dan sebaliknya memberikan hukuman bagi yang tidak menguasai konsep
Project-based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)

Kurikulum
-Jangka panjang, interdisciplinary, pelajar sebagai pusat perhatian dalam menyimak isu dunia nyata yang menarik perhatian pelajar
-Adanya investigasi dan riset yang mendalam
-Mahami proses, mendorong kemampuan berpikir kritis dan menghasilkan penemuan

Kelas
-Pelajar duduk secara fleksibel, santai dan berkolaborasi di dalam tim.
-Petunjuk pembelajaran fleksibel, banyak perbedaan tingkat dan topik yang dipelajari oleh tiap pelajar
-mendorong pelajar bekerja dalam tim yang heterogen untuk mencapai target

Pengajar
-Pengajar sebagai fasilitator dan menyediakan sumber daya

Pelajar
-bertanggung jawab atas diri sendiri, menggambarkan tugasnya sendiri dan bekerja sebagai anggota suatu tim untuk waktu tertentu dengan suatu target
-Pengajar berfungsi sebagai pemandu

Teknologi
-menggunakan alat yang terintegrasi dalam semua aspek kelas, seperti dalam pemecahan masalah, komunikasi, meneliti hasil, dan mengumpulkan informasi.
Di dalam kelas PBL gaya kelas juga berubah. Lingkungan kelas tidak lagi diatur oleh pelajaran yang kaku, tetapi dikuasai oleh pelajaran yang saling behubungan dan membantu para pelajar mengembangkan keterampilannya sesuai tujuan pembelajaran, kemudian mengijinkan pelajar menggunakan keterampilan itu untuk memecahkan masalah. PBL dapat terintegrasi ke dalam kelas dari semua pokok pembelajaran.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: