Kegiatan Pengajar dalam Pendekatan PBL

Dalam pembelajaran proyek didesain sebagai suatu kursus dengan komponen: sasaran hasil, isi, sumber daya, penilaian, dan lain-lain. Dalam PBL, instruksi terjadi melalui pelatihan, diskusi, bimbingan, dan lain-lain. Bagian ini sebagai aktifitas  pengajar dalam pendekatan PBL. a.Desain Proyek. Tahap desain proyek adalah sangat pokok. Perancangan yang salah dari Aktifitas  Proyek akan menyebabkan dampak yang tidak baik pada proses belajar pelajar. Pengajar menggambarkan isi, mengatur pertanyaan, hasil pembelajaran, material pendukungan, dan strategi penilaian. Gambar 3.2 menunjukan beberapa aspek dari desain proyek. Aktifitas  ini diselenggarakan oleh suatu tim pengajar dengan disiplin ilmu yang sesuai. Isi (content) : pengajar memutuskan topik apa yang tercakup pada proyek. Proyek yang baik adalah yang cocok untuk lintas disiplin. Proyek pada umumnya dibuat berdasarkan kurikulum baku. Sebagai  konsekuensinya, desain memerlukan sampling kurikulum yang ada dan mengkombinasikan unsur-unsur instruksi dari berbagai disiplin ilmu. Hasil pembelajaran (learning outcomes) : definisi sasaran dan objektifitas pengukuran hasil pengajaran sangat diperlukan. Para pengajar harus menandai pengetahuan pokok dan ketrampilan yang akan diperoleh pelajar. Juga menguraikan keterampilan umum yang ditargetkan oleh proyek. Sasaran hasil pembelajaran harus dipetakan ke aktifitas  proyek. Titik Fokus (focal points) : untuk memotivasi pelajar dan memperoleh keterlibatannya secara penuh, proyek harus dibuat menantang dan berhubungan dengan permasalahan hidup nyata. Pengajar harus menentukan dan mengatur pertanyaan yang akan dihadapi pelajar dan mendorong pelajar untuk menyelesaikan permasalahan. Aktifitas  & deliverables : PBL harus melibatkan para pelajar di dalam aktifitas  yang realistis. Tahap desain menentukan aktifitas  seperti penyelidikan, riset, pemecahan masalah, penggunaan alat bantu, dan lain-lain. Metoda : pengajar juga menentukan cara untuk menerapkan proyek organisasi kelas dan kelompok, pelatihan, dan material pendukung, serta prosedur umpan balik, sumber daya, dan lain-lain. Penilaian (assessment) : strategi untuk mengevaluasi hasil yang dicapai pelajar harus ditentukan. Penilaian  sendiri dan oleh tim ahli mempunyai suatu peran penting dalam pendekatan PBL. b. Monitoring dan pengendalian. Setelah menyelesaikan perencanaan proyek dan sebelum menjalankan kegiatan pelajar, pengajar harus mengorganisir kelas, membentuk kelompok, mengorganisir material, menugaskan pekerjaan, mengorganisir pelatihan, dan jadwal aktifitas . Setelah proyek diberikan dan ketika pelajar melaksanakan tugas proyek, pengajar harus memonitor kemajuan, mengkoordinir aktifitas , dan menyediakan sumber daya yang diperlukan. Pelajar harus mengakses dokumen dan melayani pelajar secara individu dan kelompok. Pelajar juga harus memonitor kerja kelompok dan bila terjadi konflik inter-personal, segera menyelesaikannya. c. Support Di dalam model PBL, instruksi yang terjadi kebanyakan secara tidak langsung. Pengajar dapat memulai dengan instruksi langsung terbatas pada hal-hal yang dasar. Pengajar menyiapkan dan menyediakan selebaran tugas, seperti selebaran penjelasan metodologi, petunjuk, atau petunjuk penggunaan. Juga menyediakan akses kepada material pelajaran dan sumber yang lain, seperti catatan ceramah kuliah, pembicaraan video-taped dan proses; melakukan latihan di tempat kerja dan membuat demonstrasi jika dibutuhkan. Selain daripada itu mengorganisir pembicaraan dan seminar sekitar isu kompleks dengan mengundang tenaga ahli atau para profesional. Instruksi juga terjadi melalui pelatihan. Pelajar senior dapat membimbing ke tingkat yang lebih rendah, serta dapat membantu mengorganisir pekerjaan, keputusan struktur, memecahkan permasalahan dan pengoperasian perangkat. d. Penilaian Penilaian harus disatukan ke dalam aktifitas  proyek. Karena PBL dititik beratkan pada keberhasilan pelajar, evaluasi diri dan oleh tim ahli harus dimasukkan ke dalam strategi penilaian. e. Umpan balik Pengalaman dari implementasi PBL menjadi sesuatu yang berharga, yang memberikan kesempatan untuk melakukan peningkatan kemampuan. Pelajar  dan pengajar dapat menyediakan umpan balik mengenai perencanaan, organisasi, support, dan penilaian proyek. Umpan balik adalah sesuatu yang pokok dalam PBL. Umpan balik dapat dimulai dari para pengajar, pelatih, ahli, klien, dan lain-lain. Presentasi dan diskusi adalah sarana yang baik untuk menjadi umpan balik. Para pengajar harus mengorganisir prosedur umpan balik.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: