Kegiatan Pelajar dalam Pendekatan PBL

Di dalam PBL, pelajar bekerja bersama tugas yang diberikan pengajar agar aktif. Pelajar dapat bekerja secara individu maupun kelompok. Dalam banyak kasus, pelajar mengerjakan proyek secara bersamaan di dalam kelompok kecil. Terdapat dua jenis kelompok, yakni kelompok off-campus dan kelompok on-campus. Kebutuhan dua jenis kelompok ini sedikit berbeda. Pelajar dalam kelompok on-campus dapat bertemu secara fisik, tidak memerlukan alat bantu komunikasi canggih, tetapi memerlukan koordinasi kerja (perencanaan, penjadwalan, dan lain-lain). Pelajar di dalam suatu kelompok off-campus memerlukan komunikasi luas untuk mengerjakan tugas secara kolaboratif. Oleh karena itu, pelajar memerlukan fasilitas synchronous dan asynchronous sebagai tambahan terhadap koordinasi kerja. Kegiatan pelajar dapat dikelompokkan tiga kategori aktifitas  individu, aktifitas  dalam kelompok, dan aktifitas  antar-kelompok. Aktifitas  di dalam kategori yang ketiga ini dilaksanakan oleh individu atau kelompok pelajar.

a.Secara Individual
Setiap individu pelajar mempunyai kebutuhan yang tidak perlu sama dalam suatu kelompok. Tiap-tiap pelajar mempunyai kemampuan yang berbeda, pendekatan belajar, dan penyelesaian tugas. Selama mengerjakan proyek, tiap pelajar melaksanakan aktifitas  seperti :
memvisualisasikan aktifitas  proyek dan mencari tugas yang akan dikerjakan,
mengatur jadwal,
mengorganisir materi pembelajaran,
menata dokumen (computer-files),
mengirimkan pesan kepada pengajar atau ahli,
self assessment.

Para pelajar dapat memberikan kontribusi terhadap proyek yang berbeda secara simultan.

b.Di dalam Kelompok

Ketika seseorang bekerja di dalam kelompok, para pelajar harus bekerja sama. Kerja sama berlangsung dalam wujud aktifitas  dasar seperti :
brainstorming,
diskusi,
melakukan editing dokumen secara bersama-sama,
Sinkronisasi komunikasi lewat audio, video, atau text,
menata dokumen kelompok,
task scheduling,
peer assessment.

Sebagian dari aktifitas  ini dapat dilakukan bersama kelompok on-campus tanpa perangkat spesifik. Sedangkan para pelajar dalam kelompok off-campus didukung oleh perangkat yang memadai.

c. Antar Kelompok
Di dalam PBL, para pelajar menyelesaikan aktifitas  lain dalam bentuk berbagi informasi dan pengetahuan dengan kelompok lain. Contoh aktifitas  ini adalah :
presentasi,
peer reviews,
memberikan kontribusi pada forum diskusi.

Kaitannya dengan sistem e-learning  berbasis web, berikut beberapa aktifitas  dengan pendekatan PBL[19].
a.Tahap Persiapan 
Ini adalah tahapan standar pengantar pembelajaran dimana informasi dan jadwal dibuat. Peserta berusaha memahami satu sama lain dengan memperkenalkan diri dan mengumpulkan harapannya di dalam keseluruhan aktifitas proyek. Semua informasi yang tersedia di organisasi disimpan secara online.
 
b.Proses PBL
Ini adalah tahapan-utama pembelajaran dan terdiri dari sejumlah aktifitas  berkenaan dengan persiapan dan langkah penting pengerjaan suatu proyek.
1.Pembentukan Kelompok dan Pemilihan Proyek : peserta diharapkan untuk memecahkan permasalahan yang dipilih secara jujur dalam kelompok 3-5 orang. Daftar topik proposal disajikan secara online dan masing-masing anggota tim mendapatkan bidang kerja dalam platform pembelajaran.
2.Pengumpulan Informasi : presentasi ringkas dan diskusi proyek individual, yang mendukung pengumpulan berbagai pandangan atas proyek. Kelompok dan topik proyek disimpan secara online.
3.Langkah Kerja  proyek : langkah kerja merupakan bagian penting dari kerja kelompok.
Motivasi dan Orientasi, dimana pengajar membuat rencana dan menampilkan content dan materi yang relevan untuk menyediakan beberapa orientasi bagi peserta.
Pengembangan solusi permasalahan, dimana peserta mencari isi dan menyelidikinya, lalu mendiskusikan dan memutuskan apa yang relevan untuk tugasnya, serta merinci solusi permasalahan dan mempersiapkan presentasi. Apapun dokumen yang dibuat dan disimpan dalam bidang kerja kelompok, kemudian di publikasikan untuk dilihat dan dikomentari oleh peserta lain atau pengajarnya.
Presentasi, dimana setiap peserta mempresentasikan jawaban permasalahan kepada kelompok dan anggota kelompok lain sebagai fasilitator.
Feedback, suatu keadaan dimana setelah mempresentasikan, peserta menerima feedback atas apa yang dibuatnya oleh kelompok, teman, dan pengajar. Fasilitas feedback online disajikan untuk memungkinkan setiap individu secara langsung berkomentar dan memberikan kontribusi, agar dilihat dan bermanfaat bagi orang lain.

c.Tahap Penilaian
Pola ini menunjukan bentuk aktifitas  di dalam melakukan penilaian terhadap pelajar. Feedback membantu  pengajar dalam menafsirkan seorang peserta pembelajaran. Evaluasi umum, menguraikan bagaimana cara membantu pengajar dengan persepsi penilaian oleh sendiri (Self-Evaluation) atau kontribusi/saran dari beberapa tim penilai (Peer Evaluation).

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: