Kaitan Teknologi Informasi (TI) dan PBL

Moursund (1999) mengatakan bahwa TI menambahkan tiga dimensi ke dalam PBL, yaitu :
sebagai alat/fasilitas dalam mengerjakan suatu proyek,
bagian dari isi suatu proyek, misalnya adalah adanya pembaharuan data ilmiah tiap hari  melalui internet dan komunikasi e-mail (International Society for Technology in Education, 1997),
suatu sarana untuk menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran di mana pelajar dan pengajar adalah pelajar dan fasilitator pada proses pembelajaran, yaitu suatu masyarakat akademis.
 

pbl1.jpg

Gambar 3.7 Tiga tingkat pembelajaran yang didukung oleh teknologi informasi[5].
Didasari oleh pengalamannya di Community Learning Centers’ Matrix untuk proyek pembelajaran, Sandy Goldberg setuju bahwa penerapan PBL akan lebih baik dengan menggunakan TI karena berbagai pertimbangan. PBL mendorong penerapan TI secara nyata sesuai dengan kegiatan sebenarnya, yang secara alami membuat sibuk peserta proyek di dalam kegiatannya. TI mempertimbangkan kreatifitas produk yang dengan mudah dapat diaplikasikan di dalam ataupun di luar sekolah/program. Juga dapat memperluas berbagai kemungkinan riset, membiarkan para pelajar untuk menghubungi ahlinya di manapun di dunia (sepanjang mempunyai akses e-mail), dan membuat proses lebih memotivasi pelajar untuk menciptakan kinerja yang lebih baik. Berikut karakteristik PBL dalam teknologi informasi.
Para pelajar akan mendapatkan beberapa pilihan topik dan beberapa aturan proyek. Pelajar dapat meminta proyek sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Pengajar bertindak sebagai fasilitator, merancang aktifitas  dan menyediakan sumber daya dan nasihat ke para pelajar ketika melakukan penelitian/riset.
Konteks pokok permasalahan lebih besar dari pelajarannya.
Para pelajar melakukan riset yang menggunakan berbagai sumber informasi, seperti buku, database online, siaran ulang tv dari video, wawancara (yang dapat dilakukan sendiri melalui jaringan telekomunikasi), dan eksperimen sendiri. Sekalipun proyek didasarkan pada topik yang sama, pelajar boleh menggunakan sumber informasi yang berbeda.
Proyek umumnya mengakomodir berbagai disiplin. Para pelajar diharapkan memperoleh ilmu pengetahuan dan ketrampilannya.
Para pelajar mendesain dan mengembangkan suatu produk, melakukan presentasi, dan hasil yang diperoleh dapat digunakan atau diketahui oleh orang lain. Di dalam format yang paling sederhana para pelajar boleh menyajikan hasil tentang proyeknya di dalam kelas sebagai laporan.
Pelajar boleh bekerja dalam kelompok pada  suatu proyek. Kelompok boleh terdiri dari beberapa orang dalam kelas, keseluruhan kelas, beberapa kelas, atau bahkan beberapa sekolah.
Proyek mempunyai beberapa target. Sebagai tambahan, para pelajar boleh mencapai target lain yang tak terduga ketika melakukan penelitian topik yang kompleks dari perspektif yang berbeda.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: