Mengutip Tulisan Pa GHP di Sea.edu.net (http://gatothp2000.wordpress.com/2008/02/27/seaedunet/) sebagai berikut :
“SEA EDU NET, jardiknas nya asean, dimana sekolah yg terbaik di indo, dan asean akan terhubung oleh intranet dan internet, melalui satelit yg sedang kita siapkan..tahun ini…harapan kita jenjang sekolah level smp, sma, smk,ma, pt, poli, lembaga kursus, p4tk/training center di indonesia akan terhubung dgn teman yg sejenjang di tingkat ASEAN..sehingga terjadi pertukaran informasi antar institusi pendidikan asean…sasaran kita 150 pt, 500 sekolah, 25 lembaga training guru, 250 lembaga kursus dll yg sejenjang….dalam sistem yg singkatannya SEA.NET ..jadi sekolah2 di indonesia yg aktif guru,murid,sek. berkomunikasi melalui it akan kita ajak utk bergabung dalam konsorsium sea.net.”
Ini terobosan yang sangat sy impikan dari dulu pa……
Sy yakin ini akan banyak memberikan solusi terhadap dunia pendidikan di Indonesia baik secara kualitas maupun kuantitas. Mungkin kita mesti sambil mempersiapkan sistem e-learning yang pas dan konten yang berkualitas di jaringan kita sendiri (jardiknas). sy yakin dengan pijar kemarin banyak karya temen2 guru yang layak, apalagi kalo ada program lagi yang menggiring temen2 guru berpotensial/berkualitas u aktif menyumbangkan karya nya. Contoh : dengan mengadakan lomba blog guru atau blog sekolah.
Khususnya untuk SMK atau bidang keteknikan, sy punya pemikiran membangun sistem e-learning berbasis web dengan memanfaatkan konsep pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Mengingat selama ini saya melihat bahwa :
a. Jumlah SMK tidak sebanding dengan jumlah siswa, apalagi dengan kebijakan depdiknas tentang perbandingan smk/sma 70:30
b. Jumlah Guru tidak sebanding dengan jumlah siswa.
c. sekolah belum terstandar seluruhnya.
d. banyak SMK yang tidak memiliki fasilitas praktek yang memadai
e. kualitas guru yang mengajar tidak merata bahkan ada di suatu sekolah beberapa guru menangani matapelajaran yang tidak sesuai dengan bidangnya.
Maka dari itu implementasi e-learning dengan model PBL di Indonesia merupakan alternative yang perlu dipertimbangkan. Karena model PBL mendorong penerapan Teknologi Informasi (TI) secara nyata sesuai dengan kegiatan sebenarnya, yang secara alami membuat sibuk peserta di dalam kegiatannya. TI mempertimbangkan kreatifitas produk yang dengan mudah dapat diaplikasikan di dalam ataupun di luar sekolah/program. Juga dapat memperluas berbagai kemungkinan riset, membiarkan para pelajar untuk menghubungi ahlinya di manapun di dunia (sepanjang mempunyai akses e-mail/chat), dan membuat proses lebih memotivasi pelajar untuk menciptakan kinerja yang lebih baik. Penerapan PBL yang baik dapat memberikan kemampuan yang bermanfaat bagi pelajar seperti pada :
Communication skills, Time management skills, Information skills, Computing skills, Teamwork skill, Thinking skills, dan Problem solving skills.
Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada pada lingkungan e-learning berbasis web secara maksimal, pembelajaran model Web Project Learning diharapkan dapat lebih menumbuhkan motivasi dan berkolaborasi di dalam mengikuti kegiatan pembelajarannya. Ketika pelajar terkonsentrasi dalam permasalahan dan aktif dalam penyelesaian proyek baik kelompok maupun individu, maka beberapa manfaat dapat diperoleh diantaranya peningkatan kemampuan, wawasan, keluwesan berkomunikasi, cara berfikir, membuat keputusan, penyelesaian masalah, penggunaan teknologi informasi, dan berbagai manfaat lainnya.
mudah2an bermanfaat.
Maju terus IT Pendidikan Indonesia……, dengan IT pendidikan akan semakin berkualitas..
Trimakasih,