De Real Purnawan Blog

Entries categorized as ‘Inovasi’

Terobosan P’GHP di SEA.EDU.NET

April 18, 2008 · 1 Komentar

Mengutip Tulisan Pa GHP di Sea.edu.net (http://gatothp2000.wordpress.com/2008/02/27/seaedunet/) sebagai berikut :

“SEA EDU NET, jardiknas nya asean, dimana sekolah yg terbaik di indo, dan asean akan terhubung oleh intranet dan internet, melalui satelit yg sedang kita siapkan..tahun ini…harapan kita jenjang sekolah level smp, sma, smk,ma, pt, poli, lembaga kursus, p4tk/training center di indonesia akan terhubung dgn teman yg sejenjang di tingkat ASEAN..sehingga terjadi pertukaran informasi antar institusi pendidikan asean…sasaran kita 150 pt, 500 sekolah, 25 lembaga training guru, 250 lembaga kursus dll yg sejenjang….dalam sistem yg singkatannya SEA.NET ..jadi sekolah2 di indonesia yg aktif guru,murid,sek. berkomunikasi melalui it akan kita ajak utk bergabung dalam konsorsium sea.net.”

Ini terobosan yang sangat sy impikan dari dulu pa……

Sy yakin ini akan banyak memberikan solusi terhadap dunia pendidikan di Indonesia baik secara kualitas maupun kuantitas. Mungkin kita mesti sambil mempersiapkan sistem e-learning yang pas dan konten yang berkualitas di jaringan kita sendiri (jardiknas). sy yakin dengan pijar kemarin banyak karya temen2 guru yang layak, apalagi kalo ada program lagi yang menggiring temen2 guru berpotensial/berkualitas u aktif menyumbangkan karya nya. Contoh : dengan mengadakan lomba blog guru atau blog sekolah.

Khususnya untuk SMK atau bidang keteknikan, sy punya pemikiran membangun sistem e-learning berbasis web dengan memanfaatkan konsep pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Mengingat selama ini saya melihat bahwa :
a. Jumlah SMK tidak sebanding dengan jumlah siswa, apalagi dengan kebijakan depdiknas tentang perbandingan smk/sma 70:30
b. Jumlah Guru tidak sebanding dengan jumlah siswa.
c. sekolah belum terstandar seluruhnya.
d. banyak SMK yang tidak memiliki fasilitas praktek yang memadai
e. kualitas guru yang mengajar tidak merata bahkan ada di suatu sekolah beberapa guru menangani matapelajaran yang tidak sesuai dengan bidangnya.

Maka dari itu implementasi e-learning dengan model PBL di Indonesia merupakan alternative yang perlu dipertimbangkan. Karena model PBL mendorong penerapan Teknologi Informasi (TI) secara nyata sesuai dengan kegiatan sebenarnya, yang secara alami membuat sibuk peserta di dalam kegiatannya. TI mempertimbangkan kreatifitas produk yang dengan mudah dapat diaplikasikan di dalam ataupun di luar sekolah/program. Juga dapat memperluas berbagai kemungkinan riset, membiarkan para pelajar untuk menghubungi ahlinya di manapun di dunia (sepanjang mempunyai akses e-mail/chat), dan membuat proses lebih memotivasi pelajar untuk menciptakan kinerja yang lebih baik. Penerapan PBL yang baik dapat memberikan kemampuan yang bermanfaat bagi pelajar seperti pada :
Communication skills, Time management skills, Information skills, Computing skills, Teamwork skill, Thinking skills, dan Problem solving skills.

Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada pada lingkungan e-learning berbasis web secara maksimal, pembelajaran model Web Project Learning diharapkan dapat lebih menumbuhkan motivasi dan berkolaborasi di dalam mengikuti kegiatan pembelajarannya. Ketika pelajar terkonsentrasi dalam permasalahan dan aktif dalam penyelesaian proyek baik kelompok maupun individu, maka beberapa manfaat dapat diperoleh diantaranya peningkatan kemampuan, wawasan, keluwesan berkomunikasi, cara berfikir, membuat keputusan, penyelesaian masalah, penggunaan teknologi informasi, dan berbagai manfaat lainnya.

mudah2an bermanfaat.
Maju terus IT Pendidikan Indonesia……, dengan IT pendidikan akan semakin berkualitas..
Trimakasih,

Kategori: Inovasi

Inovasi PBL terhadap SMK

November 17, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pelaksanaan pembelajaran/diklat di SMK bidang teknologi dan industri bertujuan untuk mengembangkan potensi akademis dan kepribadian pelajar, menguasai kompetensi terstandar, serta menginternalisasi sikap dan nilai profesional sebagai tenaga kerja yang berkualitas unggul, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja dan teknologi terkini[12].
Untuk itu proses kegiatan belajar peserta diklat harus sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, untuk mencapai penguasaan kompetensi. Pembelajaran dapat dilaksanakan di sekolah dan atau di dunia kerja. Proses pembelajaran di sekolah dimaksudkan untuk mengembangkan potensi akademis dan kepribadian pelajar, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja. Proses pembelajaran/pelatihan di dunia kerja dimaksudkan agar pelajar menguasai kompetensi terstandar, mengembangkan dan menginternalisasi sikap dan nilai profesional sebagai tenaga kerja yang berkualitas unggul, baik bekerja pada pihak lain maupun sebagai pekerja mandiri.
Proses pembelajaran sedapat mungkin melibatkan para pelajar dalam memecahkan permasalahan, mengijinkan para pelajar untuk aktif membangun dan mengatur pembelajarannya, dan dapat menjadikan pelajar yang realistis. Dengan demikian model pembelajaran yang cocok untuk SMK adalah pembelajaran berbasis proyek atau PBL.
Mengapa PBL cocok diterapkan di SMK bidang Teknologi dan Industri?. Berdasarkan definisi profesi bidang keteknikan menurut Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) merupakan profesi yang memanfaatkan pengetahuan matematika dan ilmu-ilmu alam yang diperoleh dari studi, pengalaman, dan latihan secara bijaksana untuk mengembangkan cara-cara memanfaatkan bahan dan sumber daya alam secara ekonomis untuk kesejahteraan manusia[9].
Pendidikan bidang keteknikan selain memberikan teori-teori yang cukup, juga perlu memberikan contoh-contoh pemecahan problem nyata dengan memanfaatkan teori-teori yang ada. Dengan demikian, pengembangan profesi bidang keteknikan secara alamiah disimulasi oleh masalah-masalah teknik pada situasi nyata dimana PBL menstimulasi proses belajar dengan menggunakan masalah-masalah tersebut pada situasi nyata dari suatu profesi.

Kategori: Inovasi · Project Based Learning

Banjir di Kabupaten Bandung

April 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

      Kabupaten Bandung merupakan daerah yang memiliki karakter tanah yang gembur dan dilalui oleh beberapa anak sungai yang sebagian besar bermuara ke sungai Citarum. Sehingga apabila musim hujan datang tidak dapat dihindarkan lagi adanya musibah longsor dan banjir di beberapa titik daerah. Menurut data dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) Kabupaten Bandung menunjukan ancaman bencana alam sering terjadi berupa banjir pada 81 titik, longsor 185 titik, serta gempa di enam titik, yang terjadi di 44 kecamatan.

Dari beberapa macam bencana tersebut, bencana banjir merupakan bencana yang sering terjadi terutama untuk daerah sekitar anak sungai dan sungai citarum. Hampir semua rumah di sekitar sungai terendam banjir antara 0,5 meter hingga 3 meter, hal ini menimbulkan dampak yang cukup luas dan serius baik dari sisi ekonomi, sosial, keamanan, dan kesehatan dengan jumlah kerugian yang sangat besar.

Walaupun berbagai upaya penanganan banjir telah dilakukan, namun banjir tetap saja terjadi yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan hidup yang membuat ekosistem di Kabupaten Bandung tidak seimbang.

Kategori: Inovasi