De Real Purnawan Blog

Entries categorized as ‘e-Learning’

Perbedaan e-learning dan konvensional

Juni 21, 2008 · 1 Tanggapan

Konvensional :

a. Pembelajaran tergantung kepada kemampuan pengajar

b. Sumber belajar terpusat di sekolah

c. Pengajar sebagai sumber ilmu

d. Belajar terkendalah masalah ekonomi, jarak, ruang dan waktu

e. Perlu sarana dan prasarana belajar yang memadai serta sdm pengajar yang memahami benar setiap ilmu yang diajarkan.

e-Learning :

a. pembelajaran tidak tergantung kepada pengajar

b. sumber belajar banyak tersedia dan mudah diakses

c. pengajar hanya sebagai mediator atau pembimbing

d. belajar dapat dilakukan kapan dan dimanapun tanpa terkendala ruang dan waktu

e. perlu kesiapan kebijakan, infrastruktur dan sdm pengguna IT.

Kategori: e-Learning

e-learning sebagai konten Jardiknas

Desember 17, 2007 · Tidak ada Komentar

Seiring dengan pertambahan penduduk, maka kebutuhan akan pendidikan juga semakin besar. Sayangnya, di Indonesia peningkatan kebutuhan ini tidak diimbangi dengan peningkatan sarana prasarana pendidikan, baik kuantitas maupun kualitas. Jumlah pengajar yang tersedia tidak sebanding dengan banyaknya pelajar yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Akibatnya waktu dan tenaga yang dialokasikan oleh pengajar kepada pelajarnya semakin terbatas[14]. Secara otomatis peningkatan kualitas pendidikan yang diharapkan tidak akan tercapai. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar serta keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama. Untuk itu perlu ada metoda lain yang dapat menangani kondisi tadi. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi informasi untuk pembelajaran atau sering disebut dengan e-learning.

Dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sangat tanggap dalam menyongsong abad informasi yang ditandai dengan membanjirnya informasi dan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), serta meluasnya perkembangan infrastruktur global, dengan mengubah pola pikir (mind set) dan cara kerja dalam segala bidang[11]. Sebagai buktinya, penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan pembelajaran di sekolah kini sudah menjadi suatu keharusan, apalagi dengan dukungan penuh dari pemerintah baik kebijakan aturan maupun finansial. Dengan penerapan sistem pendidikan berbasiskan teknologi informasi sedapat mungkin melengkapi atau bahkan menggantikan unsur unsur yang ada dalam sistem pendidikan tradisional (tujuan, materi, metoda, alat, dan penilaian), sehingga arus informasi tetap mengalir dari pengajar kepada pelajar setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat.

Sistem pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang telah diterapkan dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui internet salah satunya adalah sistem pembelajaran berbasis web (web based distance learning)[1]. Sistem ini merupakan media perantara bagi interaksi antara pengajar dan pelajar dalam melakukan proses pembelajaran pengajar menyampaikan dan menjelaskan bahan ajar tanpa harus langsung bertatap muka dengan pelajar, tetapi cukup dengan mengirimkan melalui web. Dengan fasilitas ini memungkinkan semua pelajar dapat belajar aktif, mendapatkan bahan ajar dengan mudah, tanpa kendala batasan waktu dan tempat.

Sementara itu sesuai dengan tuntutan terkini, proses pembelajaran harus dapat menghasilkan pelajar yang dapat menguasai kompetensi terstandar, mengembangkan dan menginternalisasi sikap dan nilai profesional sebagai tenaga kerja yang berkualitas unggul, baik bekerja pada pihak lain maupun sebagai pekerja mandiri. Untuk itu, sistem e-learning berbasis web diharapkan dapat memberikan layanan yang mendukung aktifitas pembelajaran serta interaksi antar pengajar dengan pelajarnya. Melibatkan para pelajar dalam permasalahan nyata, memberikan kepercayaan untuk memecahkan permasalahan, mengijinkan para pelajar untuk aktif membangun dan mengatur pembelajaran mereka sendiri, dan dapat menjadikan pelajar yang realistis.

Kategori: ICT Center · e-Learning

Pengantar

Nopember 17, 2007 · Tidak ada Komentar

Pada metoda pendidikan konvensional, hubungan antara pelajar dan pengajar yang erat merupakan titik sentral pendidikan. Dengan metoda ini dapat menghasilkan kualitas pendidikan yang baik, dan bukan hanya menjadikan pelajar pandai melainkan juga terdidik dengan tingkah laku yang santun. Namun dengan kondisi sarana prasarana dan pengajar yang tidak sesuai, dan semakin banyaknya jumlah pelajar, maka metoda konvensional tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu perlu ada metoda alternatif lain yang dapat manangani kondisi tadi dan tidak tergantung pada permasalahan ruang dan waktu. Salah satunya adalah dengan menggunakan model e-learning.

Kategori: e-Learning

Pengertian E-Learning

Nopember 17, 2007 · 2 Tanggapan

Banyak pakar yang menguraikan definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Definisi yang sering digunakan banyak pihak adalah sebagai berikut.a.       E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001].b.      E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone [LearnFrame.Com, 2001].c.       E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan  hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidkan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda [Thomas Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia].Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning. Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya :• menghemat waktu proses belajar mengajar,• mengurangi biaya perjalanan,• menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku),• menjangkau wilayah geografis yang lebih luas,• melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Untuk menyampaikan pembelajaran, e-learning selalu diidentikkan dengan penggunaan internet. Namun sebenarnya media penyampaian sangat beragam dari internet, intranet, cd, dvd, mp3, PDA, dan lain-lain. Penggunaan teknologi internet pada e-learning umumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan dan perusahaan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media e-learning sehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah.

Kategori: e-Learning

Manfaat Internet Sebagai Media Pendidikan

Nopember 17, 2007 · 10 Tanggapan

Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference.

Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu
a. sebagai media interpersonal dan massa;
b. bersifat interaktif,
c. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron.

Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.
Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Metoda talk dan chalk, ”nyantri”, ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailing list, dan chatting. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”, dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”.

Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi :
•arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat;
•kemudahan mendapatkan resource yang lengkap,
•aktifitas pembelajaran pelajar meningkat,
•daya tampung meningkat,
•adanya standardisasi pembelajaran,
•meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metoda konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online  conference. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list.

Kategori: e-Learning