SEKOLAH :
1. Pekerjaan praktek bersifat simulasi
2. Mutu hasil pekerjaan diukur dengan angka 0 s.d 10
3. Resiko pekerjaan masih tolerable:
- Beri angka rendah, atau
- Mengulang
4. Toleransi terhadap pemanfaatan waktu agak longgar.
5. Kegagalan dan keterlambatan tidak selalu dihitung sebagai cost.
6. Semangat kerja siswa sangat bergantung kepada kemampuan guru memotivasi
7. Sulit membentuk etos kerja karena pengaruh iklim kerja yang pada umumnya “santai”
8. Lebih lambat mengikuti perkembangan iptek
DUNIA INDUSTRI :
1. Mengerjakan pekerjaan nyata yang berorientasi pasar.
2. Mutu hasil pekerjaan diukur dengan:· Accepted – Rejected
3. Resiko kegagalan bisa fatal:· Menimbulkan kerugian finasialperusahaan· Merusak reputasi dan pasar
4. Pemanfaatan waktu sangat ketat,melampaui batas delivery time berarti cost.
5. Kegagalan dan keterlambatandihitung sebagai kerugian
6. Iklim keja memacu setiap oranguntuk meningkatkan kualitas danproduktivitas.
7. Kondisi yang ada sangat kondusif untuk membentuk etos kerja.
8. Lebih cepat mengikuti perkembangan iptek.
1 response so far ↓
mohamad noor rizal // September 27, 2008 pada 12:28 pm |
setuju!