De Real Purnawan Blog

Desain Penulis: Deskripsi Model PBL / Pembelajaran Berbasis Proyek

Desember 18, 2007 · & Komentar

Berdasarkan kegiatan pengajar dan pelajar dalam pendekatan PBL, maka PBL yang akan dibuat di dalam lingkungan web terbagi dalam tiga tahapan yakni persiapan, pembelajaran dan evaluasi, tetapi dari tiga tahapan tersebut dapat dideskripsikan menjadi enam tahapan sebagai berikut.

a.Persiapan
Pengajar merancang desain atau membuat kerangka proyek yang bermanfaat dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pelajar dalam mengembangkan pemikiran terhadap proyek tersebut sesuai dengan kerangka yang ada, dan menyediakan sumber yang dapat membantu pengerjaannya. Hal ini akan mendukung keberhasilan pelajar dalam menyelesaikan suatu proyek dan cukup membantu dalam menjawab pertanyaan, beraktifitas dan berkarya. Kerangka menjadi sesuatu yang penting untuk dibaca dan digunakan oleh pelajar. Oleh karenanya, pengajar harus melakukan perannya dengan baik dalam menganalisa dan mengintegrasikan kurikulum, mengumpulkan pertanyaan, mencari web site atau sumber yang dapat membantu pelajar dalam menyelesaikan proyek, dan menyimpannya di dalam web.

b.Penugasan/menentukan topik.
Sesuai dengan tugas proyek yang diberikan oleh pengajar maupun pilihan sendiri, pelajar akan memperoleh dan membaca kerangka proyek, lalu berupaya mencari sumber yang dapat membantu. Dengan berdasar pada referensi alamat web yang berisi materi relevan, pelajar dengan cepat dan langsung mendapatkan materi yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Lalu pelajar berupaya berpikir dengan kemampuannya berdasar pada pengalaman yang dimiliki, membuat pemetaan topik, dan mengembangkan gagasannya dalam menentukan sub topik suatu proyek.

Gambar Blok diagram tahapan dalam PBL.

c.Merencanakan kegiatan.
Pelajar bekerja dalam proyek individual, kelompok dalam satu kelas atau antar kelas. Pelajar menentukan kegiatan dan langkah yang akan diambil sesuai dengan sub topiknya, merencanakan waktu pengerjaan dari semua sub topik dan menyimpannya di dalam web. Jika bekerja dalam kelompok, tiap anggota harus mengikuti aturan dan memiliki rasa tanggungjawab. Sedangkan pengajar berkewajiban menyampaikan isi dari rencana proyeknya kepada orang tua, sehingga orang tua dapat ikut serta membantu dan mendukung anaknya dalam menyelesaikan proyek.

d.Investigasi dan penyajian.
Investigasi disini termasuk kegiatan : menanyakan pada ahlinya melalui e-mail, memeriksa web site, dan saling tukar pengalaman dan pengetahuan serta melakukan survei melalui web. Dalam perkembangannya, terkadang berisi observasi, eksperimen, dan field trips. Diskusi dapat dilakukan secara sinkron dan asinkron melalui chating. Lalu penyajian hasil dapat berupa gambar, tulisan, diagram matematika, pemetaan dan lain-lain. Secara rutin, orang tua dan pengajar berkomunikasi untuk memantau kegiatan dan prestasi yang dicapai oleh pelajar.

e.Finishing.
Pelajar membuat laporan, presentasi, halaman web, gambar, dan lain-lain. Sebagai hasil dari kegiatannya. Lalu pengajar dan pelajar membuat catatan terhadap proyek untuk pengembangan selanjutnya. Peserta menerima feedback atas apa yang dibuatnya dari kelompok, teman, dan pengajar. Fasilitas feedback online disajikan untuk memungkinkan setiap individu secara langsung berkomentar dan memberikan kontribusi, dan agar dilihat dan bermanfaat bagi orang lain.

f.Monitoring/Evaluasi.
Pengajar menilai semua proses pengerjaan proyek yang dilakukan oleh tiap pelajar berdasar pada partisipasi dan produktifitasnya dalam pengerjaan proyek.

Kategori: Project Based Learning

11 tanggapan so far ↓

  • SALIM MUHAIMIN // Desember 31, 2007 pada 7:48 am | Balas

    Saya sedang melakukan PTK yang menggunakan PBL mata pelajaran Kimia SMA Kelas 2. Pertanayaan:
    1.Apkah dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa? Bagaimana instrumen soal-soalnya apakah harus diuji validitas soalnya. kalo mengunakan soal-soal Ebtanas, bisa nggak.
    terimkasih atas petunjukannya.

  • yudipurnawan // April 18, 2008 pada 4:08 am | Balas

    PBL di terapkan untuk menumbuhkan siswa lebih aktif dan berinisiatif untuk memperoleh hal-hal yang mereka inginkan baik pada sisi pengetahuan, pemahaman dan keterampilannya. Karena PBL mengkondisikan dan memaksa mereka mau mencari solusi pemecahan untuk menuntaskan proyek nya.
    PBL yang baik bertitik pada desain PBL yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang akan dikerjakan oleh siswa.

  • ali subroto // April 26, 2008 pada 7:00 am | Balas

    saya ingin melasanakan PTK dengan menggunakan PBL, bisakah PBL ini diterapkan pada pembelajaran matematika?
    Apakah dapat digunakan untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa?
    Bagaimana instrumen soal-soalnya apakah harus diuji validitas soalnya. kalo mengunakan soal-soal Ebtanas, bisa nggak? setra bagaiman bentuk rencana pembelajarannya
    terimkasih atas petunjukannya.

  • Ode // Oktober 12, 2008 pada 7:07 am | Balas

    bagaimana langkah-langkah penbelajaran dalan metode PBL……………tolong dijawab yah

  • wijaya kusumah // November 15, 2008 pada 10:55 pm | Balas

    pak, berapa lama pbl sebaiknya dilksanakan?

  • yudipurnawan // November 17, 2008 pada 2:21 am | Balas

    Kang ode, langkah2 PBL sudah ada di pembahasan, diperiksa lag deh.

  • yudipurnawan // November 17, 2008 pada 2:25 am | Balas

    Trima kasih pak wijaya atas kunjungannya….

    lama pelaksanaan PBL tergantung kepada jenis/bobot proyek yang dikerjakan, yang pasti semakin mendekati alami (sesuai realnya) itu akan semakin baik. Perlu ditunjang juga fungsi feedback yang baik sehingga keberhasilan PBL dapat terpantau yang nantinya akan memberikan masukan apakah suatu PBL di perpendek/diperpanjang waktunya.

  • my // Maret 18, 2009 pada 4:30 am | Balas

    pak…
    dalam melaksanakan PBL, apakah setiap pertemuan di kelas hanya difokuskan untuk mengerjakan proyek? atau seperti apa?

    • yudipurnawan // Maret 25, 2009 pada 9:29 am | Balas

      klo full PBl…. ya betul gitu, siswa fokus tuk mengerjakan projek yang sudah di desain guru sesui dengan kurikulumnya. Nah….. masalah nya bagaimana guru mampu membuat desain projek nya yang benar2 sesuai dengan kurikulum dan resources. PBL Tidak terbatas harus di kelas saja, bisa saja di kerjakan diluar sesuai dengan semestinya projek dikerjakan dimana…. atau klo mo lebih inovasi ya… kita perlu manfaatkan internet / e-learning web based…. apalagi klo ada e-lab. trims

  • martha // Juni 15, 2009 pada 12:28 am | Balas

    plizzzz…help me….saya lg butuh…..contoh thessis tentang PBL dalam kimia….

    email; martha80_sinaga@yahoo.com

    makasih yah

    • yudipurnawan // Juni 20, 2009 pada 4:37 am | Balas

      teh martha….. klo ttg PBL kimia sy nggak punya….. ada jg e-learning menggunakan model PBL…., bisa dicari deh di kang google ada kok yg mirip2….., ayoo lanjutkan semangatnya….

Tinggalkan sebuah Komentar