De Real Purnawan Blog

Pengenalan PBL (Pembelajaran Berbasis Proyek)

Nopember 17, 2007 · & Komentar

PBL (Project based Learning/ Pembelajaran Berbasis Proyek) merupakan metoda belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. PBL dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan pelajar dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya. Berikut pengertian PBL menurut beberapa ahli.a. PBL adalah metoda pengajaran sistematik yang mengikutsertakan pelajar ke dalam pembelajaran pengetahuan dan keahlian yang kompleks, pertanyaan authentic dan perancangan produk dan tugas [University of Nottingham, 2003].b. PBL adalah pendekatan cara pembelajaran secara konstruktif untuk pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata dan relevan bagi kehidupannya [Barron, B. 1998, Wikipedia].c. PBL adalah pendekatan komprehensif untuk pengajaran dan pembelajaran yang dirancang agar pelajar melakukan riset terhadap permasalahan nyata. [Blumenfeld et Al. 1991].d. PBL adalah cara yang konstruktif dalam pembelajaran menggunakan permasalahan sebagai stimulus dan berfokus kepada aktifitas pelajar. [Boud & Felleti, 1991]. Metoda ini memiliki kecocokan terhadap konsep inovasi pendidikan bidang keteknikan, terutama dalam hal sebagai berikut :§ pelajar memperoleh pengetahuan dasar (basic sciences) yang berguna untuk memecahkan masalah bidang keteknikan yang dijumpainya,§ pelajar belajar secara aktif dan mandiri dengan sajian materi terintegrasi dan relevan dengan kenyataan sebenarnya, yang sering disebut student-centered,§ pelajar mampu berpikir kritis, dan mengembangkan inisiatif.Ada tiga kategori umum penerapan proyek untuk pelajar, yakni mengembangkan keterampilan, meneliti permasalahan dan menciptakan solusi. Kreatifitas dari suatu proyek membantu perkembangan pertumbuhan individu. Berdasarkan hasil riset bahwa PBL memberikan kemampuan kognitif dan motivasi yang menghasilkan peningkatan pembelajaran dan kemampuan untuk lebih baik mempertahankan/ menerapkan pengetahuan[4]. Pada model PBL pelajar dilibatkan dalam memecahkan permasalahan yang ditugaskan, mengijinkan para pelajar untuk aktif membangun dan mengatur pembelajarannya, dan dapat menjadikan pelajar yang realistis[6]. Pendekatan ini mengacu pada hal-hal sebagai berikut.a. Kurikulum : PBL tidak seperti pada kurikulum tradisional, karena memerlukan suatu strategi sasaran di mana proyek sebagai pusat.b. Responsibility : PBL menekankan responsibility dan answerability para pelajar ke diri dan panutannya. c. Realisme : kegiatan pelajar difokuskan pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang sebenarnya. Aktifitas ini mengintegrasikan tugas otentik dan menghasilkan sikap profesional.d. Active-learning : menumbuhkan isu yang berujung pada pertanyaan dan keinginan pelajar untuk menemukan jawaban yang relevan, sehingga dengan demikian telah terjadi proses pembelajaran yang mandiri.e. Umpan Balik : diskusi, presentasi, dan evaluasi terhadap para pelajar menghasilkan umpan balik yang berharga. Ini mendorong kearah pembelajaran berdasarkan pengalaman.f. Keterampilan Umum : PBL dikembangkan tidak hanya pada ketrampilan pokok dan pengetahuan saja, tetapi juga mempunyai pengaruh besar pada keterampilan yang mendasar seperti pemecahan masalah, kerja kelompok, dan self-management.g. Driving Questions : PBL difokuskan pada pertanyaan atau permasalahan yang memicu pelajar untuk berbuat menyelesaikan permasalahan dengan konsep, prinsip dan ilmu pengetahuan yang sesuai.h. Constructive Investigations : sebagai titik pusat, proyek harus disesuaikan dengan pengetahuan para pelajar.i. Autonomy : proyek menjadikan aktifitas pelajar sangat penting. A. Pendekatan PBLPendekatan PBL adalah penggunaan proyek sebagai metoda pengajaran/pembelajaran. Para pelajar bekerja secara nyata, seolah-olah ada di dunia nyata yang dapat menghasilkan produk secara realistis. Prinsip yang mendasari adalah bahwa dengan aktifitas kompleks ini, kebanyakan proses pembelajaran yang terjadi tidak tersusun dengan baik. Alternatif penggunaan PBL adalah sesuatu yang sangat berbeda. Dari pengalaman terdapat dua dimensi untuk menggolongkan alternatif PBL : 1) penyelesaian tugas dan pembelajaran pengetahuan yang pokok, 2) manajemen proyek dan pembelajaran ketrampilan secara umum. Aktifitas para pengajar dan para pelajar bertukar-tukar tergantung pada derajat tingkat kendali yang diberikan kepada para pelajar dalam kedua dimensi. B. Peran Pengajar dalam PBLSelama berlangsungnya proses belajar dalam PBL pelajar akan mendapat bimbingan dari narasumber atau fasilitator, tergantung dari tahapan kegiatan yang dijalankan.a. Narasumber§ Menyusun trigger problems.§ Sebagai sumber pembelajaran untuk informasi yang tidak ditemukan dalam sumber pembelajaran bahan cetak atau elektronik.§ Melakukan evaluasi hasil pembelajaran. b. FasilitatorSecara umum peran fasilitator adalah memantau dan mendorong kelancaran kerja kelompok, serta melakukan evaluasi terhadap efektifitas proses belajar kelompok. Secara lebih rinci peran fasilitator adalah sebagai berikut.

  • Mengatur kelompok dan menciptakan suasana yang nyaman.
  • Memastikan bahwa sebelum mulai setiap kelompok telah memiliki seorang anggota yang bertugas membaca materi, sementara teman-temannya mendengarkan, dan seorang anggota yang bertugas mencatat informasi yang penting sepanjang jalannya diskusi.
  • Memberikan materi atau informasi pada saat yang tepat, sesuai dengan perkembangan kelompok.
  • Memastikan bahwa setiap sesi diskusi kelompok diakhiri dengan self-evaluation.
  • Menjaga agar kelompok terus memusatkan perhatian pada pencapaian tujuan.
  • Memonitor jalannya diskusi dan membuat catatan tentang berbagai masalah yang muncul dalam proses belajar, serta menjaga agar proses belajar terus berlangsung, agar tidak ada tahapan dalam proses belajar yang dilewati atau diabaikan dan agar setiap tahapan dilakukan dalam urutan yang tepat.
  • Menjaga motivasi pelajar dengan mempertahankan unsur tantangan dalam penyelesaian tugas dan juga memberikan pengarahan untuk mendorong pelajar keluar dari kesulitannya.
  • Membimbing proses belajar pelajar dengan mengajukan pertanyaan yang tepat pada saat yang tepat. Pertanyaan ini hendaknya merupakan pertanyaan terbuka yang mendorong pelajar mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai konsep, ide, penjelasan, sudut pandang, dan lain-lain.
  • Mengevaluasi kegiatan belajar pelajar, termasuk partisipasinya dalam proses kelompok. Pengajar perlu memastikan bahwa setiap pelajar terlibat dalam proses kelompok dan berbagi pemikiran dan pandangan.
  • Mengevaluasi penerapan PBL yang telah dilakukan.

Kategori: Project Based Learning

7 tanggapan so far ↓

  • diyan kurniawan // April 12, 2008 pada 10:18 am

    Salam kenal Pak Yudi Purnawan,
    secara tidak sengaja saya menemukan website Anda. Kebetulan saya dan beberapa teman juga mempunyai kepedulian di bidang pendidikan di Indonesia. Kami menuangkannya dengan membuat dan membagikan majalah gratis tentang pendidikan bernama EduPoint kepada pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta. Jika ada kesempatan, mohon Bapak berkunjung ke situs kami di http://www.edupointmagz.com dan forum di http://www.forum.edpointmagz.com untuk memberikan komentar, usulan, dll. mengingat kami masih sangat newbie di dunia pendidikan. Jika Bapak berkenan, Bapak dapat menghubungi saya ke diyankurniawan@yahoo.co.uk untuk memberikan tanggapan surat saya ini.
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    Diyan Kurniawan
    Kru majalah EduPoint

  • Refi Elfira // April 25, 2008 pada 7:44 am

    Salam kenal Pak Yudi Purnawan,
    Saya sangat tertarik dengan PBL yang ada di blog Bapak. Boleh tulisan Bapak saya jadikan sebagai referensi?
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

  • yudipurnawan // April 28, 2008 pada 7:15 am

    Terima kasih atas kunjungannya…., silahkan mas refi, mudah2 an bermanfaat

  • lulu // Juni 5, 2008 pada 9:27 am

    Pak Yudi Purnawan, saya dan beberapa teman saya kesulitan menemukan referensi mengenai pembelajaran berbasis proyek (dan dari blog ini kita jadi banyak tau).. apakah bapak bisa membantu kami mencari sumber referensi lain mengenai pbl ini?
    anyway,u did such a great work on it..
    thx a bunch pak..
    hidup pak yudi!!

  • yudipurnawan // Juni 9, 2008 pada 5:43 am

    Trima kasih teh lulu, web ttg pbl dari luar ada kok. Nanti sy posting via japri….

  • ana // Juni 11, 2008 pada 7:43 am

    Pa yudi, saya kebetulan sedang membuat penelitian tentang model pembelajaran berbasis proyek dalam bidang patiseri di perguruan tinggi, boleh tidak saya pinjam beberapa referensi yang bapak punya, saya ada di yogyakarta, beberapa waktu lalu saya kirim e-mail tapi belum ada jawaban, terimaksih sebelumnya, oh ya bapak kuliah dimana ?

  • yudipurnawan // Juni 12, 2008 pada 8:22 am

    silahkan mbak ana, mudah2 an penelitiannya sukses…
    waduh… maaf emailnya klo belum sy balas ntar sy cek..

Tinggalkan Komentar