De Real Purnawan Blog

Sistem Latihan Ujian On-Line

Maret 24, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Untuk memenuhi kriteria/syarat kelulusan Ujian Nasional, banyak sekolah atau siswa yang mengganggap kriteria tersebut terlalu berat sehingga berbagai langkah ditempuh sebelum mengikuti/melaksanakan Ujian Nasional seperti Pemantapan, Bimbingan Belajar, Try out, dan lain-lain.

Dengan adanya kondisi tersebut para siswa membutuhkan pelajaran tambahan, oleh karena itu atas kerjasama antara Yayasan Telematika Edukasi Indonesia dan SEAMOLEC di adakan riset dengan topik “Membangun Latihan Ujian On-Line dengan PHP dan MySQL dengan menggunakan bahasa pemograman PHP dengan database MySQL,

Mengingat :
a. belum adanya sarana persiapan Ujian Nasional disamping kursus maupun bimbingan belajar yang lengkap dan terjangkau bagi peserta Ujian Nasional
b. perlu diupayakan penyediaan cara belajar yang dapat dilakukan kapan dan dimanapun, mudah dan dapat dipertanggungjawabkan

Tujuannya adalah
a. sebagai latihan ujian bagi siswa dalam menghadapi ujian nasional dengan sistem online yang terdiri dari tiga mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris diharapkan dapat membantu siswa dalam melatih kemampuannya dalam belajar.
b. Menyediakan sarana alternatif latihan untuk menghadapi Ujian Nasional yang terjangkau, lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan berupa sistem latihan ujian berbasis web
c. Studi banding terhadap siswa yang mengikuti Latihan Ujian Online dan yang tidak.

Alhamdulillah web ini sudah dapat dipergunakan, walaupun memang masih ada hal2 yang perlu diperbaiki baik secara sistem maupun konten. Sistem Latihan Ujian Nasional On Line ini sudah sy presentasikan pada acara Seminar Ulang Tahun Seamolec tanggal 31 Januari 2009, …… ternyata responnya lumayan rame….jadi mendadak dangdut he he he.
Silahkan yang mo nyoba di akses aja :
www.lunas.seamolec.org

sekalian sy harapkan masukannya agar sistem ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siswa2 secara nasional.

Pada Web ini akan ditampilkan soal secara acak sehingga dapat menguji kemampuan siswa dalam menjawab setiap soal yang keluar, menampilkan nilai hasil ujian dan menampilkan statistik user yang telah melakukan ujian.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

Fakta Pendidikan di SMK

Juni 21, 2008 · 1 Komentar

menurut pengamatan penulis beberapa fakta penyelenggaraan SMK selama ini adalah sebagai berikut :

  • Krisis moneter mengubah paradigma (sekolah atau kerja).
  • Jumlah siswa SMK bertambah.
  • Sarana prasarana diklat kurang memadai. (kualitas/kuantitas)
  • Jumlah pengajar tidak sebanding. Idealnya mengajar 24 jam (Peraturan Pemerintah).
  • guru mengajar lebih dari satu sekolah.
  • guru tidak profesional dalam mengajar
  • pola pembelajaran tiap sekolah tidak standard.

Inti permasalahan :

keterbatasan SDM, fasilitas, ruang dan waktu menyebabkan berkurangnya interaksi antara pengajar dan peserta didik baik kuantitas maupun kualitas.

Upaya Solusi :
fasilitas dan SDM ; wajib sesuai standard.
Alternatif lain ; manfaatkan e-Learning berbasis web.

→ 1 CommentKategori: real edu

Kesenjangan SMK dengan Dunia Industri

Juni 21, 2008 · 1 Komentar

SEKOLAH :

1. Pekerjaan praktek bersifat simulasi
2. Mutu hasil pekerjaan diukur dengan angka 0 s.d 10
3. Resiko pekerjaan masih tolerable:

  • Beri angka rendah, atau
  • Mengulang

4. Toleransi terhadap pemanfaatan waktu agak longgar.
5. Kegagalan dan keterlambatan tidak selalu dihitung sebagai cost.
6. Semangat kerja siswa sangat bergantung kepada kemampuan guru memotivasi
7. Sulit membentuk etos kerja karena pengaruh iklim kerja yang pada umumnya “santai”
8. Lebih lambat mengikuti perkembangan iptek

DUNIA INDUSTRI :

1. Mengerjakan pekerjaan nyata yang berorientasi pasar.
2. Mutu hasil pekerjaan diukur dengan:· Accepted – Rejected
3. Resiko kegagalan bisa fatal:· Menimbulkan kerugian finasialperusahaan· Merusak reputasi dan pasar
4. Pemanfaatan waktu sangat ketat,melampaui batas delivery time berarti cost.
5. Kegagalan dan keterlambatandihitung sebagai kerugian
6. Iklim keja memacu setiap oranguntuk meningkatkan kualitas danproduktivitas.
7. Kondisi yang ada sangat kondusif untuk membentuk etos kerja.
8. Lebih cepat mengikuti perkembangan iptek.

→ 1 CommentKategori: real edu

Perbedaan e-learning dan konvensional

Juni 21, 2008 · 1 Komentar

Konvensional :

a. Pembelajaran tergantung kepada kemampuan pengajar

b. Sumber belajar terpusat di sekolah

c. Pengajar sebagai sumber ilmu

d. Belajar terkendalah masalah ekonomi, jarak, ruang dan waktu

e. Perlu sarana dan prasarana belajar yang memadai serta sdm pengajar yang memahami benar setiap ilmu yang diajarkan.

e-Learning :

a. pembelajaran tidak tergantung kepada pengajar

b. sumber belajar banyak tersedia dan mudah diakses

c. pengajar hanya sebagai mediator atau pembimbing

d. belajar dapat dilakukan kapan dan dimanapun tanpa terkendala ruang dan waktu

e. perlu kesiapan kebijakan, infrastruktur dan sdm pengguna IT.

→ 1 CommentKategori: e-Learning

Hasil Survei Model PBL

Juni 9, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Responden : Siswa SMK Negeri 1 Katapang

Untuk mengetahui efektifitas model PBL di SMK, penulis melakukan survei di SMK Negeri 1 Katapang terhadap 36 orang pelajar (N=36) jurusan Teknik Elektronika Industri, perihal penggunaan model PBL. Survey ini terdiri dari pertanyaan untuk mengetahui motivasi pelajar terhadap keikutsertaannya di dalam PBL dan respon dalam mengerjakan proyek secara kelompok. Survey ini menggunakan pengukuran 5 poin skala Linkert dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Nilai 1 untuk yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS).
  • Nilai 2 untuk yang menjawab Kurang Setuju (KS).
  • Nilai 3 untuk yang menjawab Ragu-ragu (R).
  • Nilai 4 untuk yang menjawab Setuju (S).
  • Nilai 5 untuk yang menjawab Sangat Setuju Sekali (SSS).

Berikut hasil survei dimaksud.

Tabel 7-1 Daftar hasil kuisioner.

Pertanyaan yang diajukan

Nilai Rata

%

1. Saya menilai proyek sebagai tantangan

4.1

82

2. Dengan PBL akan membuat kita berpikir kreatif.

4.00

80

3. Kita akan lebih baik jika belajar dengan menggunakan multimedia digital.

4.28

86

4. Saya merasa senang dalam mengikuti PBL

4.8

96

5. PBL membuat kita berpikir kritis terhadap suatu topic

3.8

76

6. PBL meningkatkan pemahaman kita terhadap materi.

3.86

77

7. Saya merasa termotivasi dalam megerjakan proyek.

3.98

76

8. Pemahaman kita terhadap suatu subyek akan lebih baik setelah mengikuti PBL.

3.98

79

9. Saya tertantang untuk belajar giat di dalam kelompok kerja

3.91

78

10. Saya dan kelompok terbantu dengan software pendukung dalam menyelesaikan proyek.

3.86

77

LAMPIRAN 7 (Lanjutan)

Pertanyaan yang diajukan

Nilai Rata

%

11. Dengan kerja kelompok, tujuan proyek cepat tercapai.

3.82

75

12. PBL memperdalam wawasan kita dalam menyelesaikan permasalahan secara nyata.

3.86

77

N = 36

Kesimpulan :

  1. Pelajar termotivasi dan tertantang dengan model PBL, apalagi jika ditunjang oleh sarana dan multimedia yang lengkap.
  2. PBL menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman yang lebih mendalam.
  3. Meningkatkan kerjasama tim dan kemampuan komunikasi yang supel.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Project Based Learning